Air Bersih Tetap Program Prioritas
Kegiatan Musrenbang.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Keterbatasan air bersih yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama
di Kampung Tumbit Melayu.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, pun meminta
penyelesaian masalah air bersih menjadi program prioritas pada Musyawarah
Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Bayur tahun 2022.
Tentunya itu menjadi atensi bagi pemerintah
daerah agar dimasukkan sebagai program prioritas untuk rencana kerja pemerintah
daerah (RKPD) tahun 2023. Yang perlu juga diperhatikan oleh perangkat Kecamatan
Teluk Bayur.
Tidak hanya itu saja, Sri Juniarsih meminta,
instansi terkait terlibat dalam penyelesaian tersebut. Termasuk dalam
pengelolaan air minum di kampung tersebut. Mulai dari organisasi perangkat
daerah (OPD) hingga Perusda.
"Saya meminta kepada Bapelitbang untuk
berkoordinasi dengan DPUPR dan Perumda Air Minum Batiwakkal untuk bisa
mencarikan solusi ini supaya bisa segera kita realisasikan pemenuhan air bersih
kepada masyarakat," tuturnya saat bersuara dalam agenda Musrenbang yang
diadakan di Pendopo Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (18/2/22).
Sementara, Direktur Perumda Air Minum
Batiwakkal, Saipul Rahman, turut hadir dalam agenda tersebut. Dirinya
menyampaikan, memang masih ada sekira beberapa ratus meter pipa yang belum
tersambung di wilayah lingkupan Kecamatan Teluk Bayur itu. Pihaknya pun berupaya
berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau
terkait rencana pembangunan.
"Tahun ini, kami menganggarkan
penambahan pipa walaupun terbatas, terutama untuk daerah-daerah yang potensi
pelanggannya besar. Meskipun ada sisi investasi namun apabila pelanggannya
banyak pasti di sana kita akan bangun dari dana PDAM juga," ungkapnya.
Saipul mengatakan, memang pembangunan pipa
dilakukan oleh DPUPR Berau, sedangkan PDAM berwenang sebagai operator dan
pengelola. Sehingga, dana pembangunan utamanya adalah dari DPUPR. Tetapi,
Saipul juga menerangkan pihaknya juga dapat berkontribusi.
"Karena kita ini Perusda sehingga
tergantung dari pelanggannya, apabila banyak pasti di sana kita akan membangun
juga dari dana PDAM," tambahnya.
Untuk diketahui, penyelasaian masalah air
bersih di Kampung Tumbit Melayu ini sebelumnya sempat mendapatkan support dari
pihak ketiga, yakni PT Berau Coal. Namun, dikatakan Saipul, belum sampai pada
tahap pembangunan.
"Harapan kami, agar dalam waktu dekat
ini bisa terwujud, kami akan saling berkoordinasi," ucapnya.
Terpisah, Analis Bidang Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum DPUPR Berau, Husaefah mengatakan, pihaknya telah
menyiapkan skema melalui perencanaan berupa klaster sistem penyediaan air minun
(SPAM), yakni perluasan jaringan secara bertahap dari induk pusat di Kampung
Labanan Makmur menuju Tumbit Melayu.
"Di Labanan Makmur itu kan kita
tingkatkan kapasitas produksinya, kemudian kita perluas sampai di di Yon Armed
terlebih dahulu, baru bertahap lagi ke arah Tumbit Melayu. Tetapi, ini jangka
panjang," katanya.
Selain itu, DPUPR juga akan me-review
perencanaan melalui kajian dan analisa lebih lanjut terkait pembangunan
jaringan pipa menuju Tumbit Melayu.
"Kita kaji untuk menyuplai daerah Tumbit
Melayu ini mulai dari sistem pengolahan, sehingga dapat
terkoneksi,"tutupnya.(sep)